Mengetahui tentang sejarah kubah masjid nabawi sangat perlu bagi seorang muslim agar jadi bertambah informasi akan hal ini. Seperti yang diketahui bersama, bahwa masjid nabawi merupakan salah satu dari masjid yang diajurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk shalat di dalamnya. Majid Nabawi ini berlokasi di Kota Madinah, Arab Saudi yang sekaligus menjadi tempat makam Baginda Nabi beserta para sahabatnya. Selain terkenal sebagai masjid kedua terbesar di dunia, warnah hijau pada kubah masjid nabawi juga sering menjadi perbincangan banyak orang dan terutama para jamaah yang melakukan ibadah disana.

Sebenarnya seperti apa asal mula kenapa masjid nabawi diberikan kubah yang berwarna hijau? Berikut penjelasannya.

Sebab Kubah Masjid Nabawi Warna Hijau

Sejarah Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau

Pada masa Nabi Muhammad SAW, kubah berwarna hijau yang ada saat ini dulunya belum ada sama sekali. Pada masa Sultan Qawalun dibangun pertama kali yang namanya kubah dengan warna pertama adalah warna kayu, kemudian berganti menjadi warna putih, biru, dan akhirnya hijau sampai saat sekarang. Kubah masjid nabawi memiliki bentuk empat persegi panjang pada bagian sisi bawah, sedangkan untuk bagian atasnya bentuknya delapan persegi. Awal mulanya, untuk menyangga kubah ini digunakan papan yang terbuat dari kayu kemudian ditambahkan tembaga yang diletakkan diantara kayu yang satu dengan kayu yang lain. Jika digambarkan seperti berlapis, pertama kayu, kemudian tembaga, lalu kayu kembali.

Pada masa An-Nasir Hasan bin Muhammad Qawalun, dilakukan pembaharuan terhadap tembaga yang mengalami keretakan agar kokoh kembali. Selanjutnya di masa Al-Asyraf Sya’ban bin Husain bin Muhammad tahun 765 H diperkuat lagi peyangga-peyangga kubah masjid yang ada namun tidak berapa lama mengalami kerusakan, sehingga pada tahun 881 H dilakukan perbaikan saat masa Sultan Qaytabai.

Masjid Nabawi sendiri pernah mengalami kebakaran pada tahun 886 H, sehingga kubah yang ada juga ikut terbakar sehingga satu tahun berikutnya 887 H masih pada masa sultan yang sama, diperbaharui kembali kubah yang sudah terbakar. Pondasi dibuat lebih kuat yang berada di tanah Masjid Nabawi langsung, namun dalam waktu tidak lama bagian atas kubah masjid nabawi koyak kembali. Sehingga pada masa sultan Fayyabi akhirnya bagian atas kubah tersebut dihancurkan, karena sudah tidak mungkin lagi dilakukan perbaikan akibat kerusakan yang sudah parah. Tepatnya di tahun 892 H, pembangunan kembali kubah masjid nabawi akhirnya selesai, lebih kokoh dengan berbahan semen putih dan saat proses pengecatan, sultan meminta untuk di cat dengan warna hijau. Inilah yang menyebabkan sampai saat ini, kubah masjid nabawi berwarna hijau. Jika sudah mulai pudar warnanya, maka tetap dicat kembali dengan warna hijau. Sehingga jamaah yang datang pada masa kini ke kota madinah, akan melihat Masjid Nabawi dengan kubah yang berwarna hijau. Demikian tulisan singkat tentang sejarah kubah masjid nabawi, semoga berguna.

Sumber: Fushul Min Tarik Al-Madinah Al-Munawwarh, Ali Hafiz, hal 127-128